Bawaslu RI dan Bawaslu Papua Terus Gaungkan Semangat Pengawasan Partisipatif
|
(Foto pembukaan kegiatan Workshop Pengawasan Partisipatif Untuk Sukses Pemilu 2024)
Bawaslu RI melaksanakan Workshop Pengawasan Partisipatif Untuk Sukses Pemilihan Umum Tahun 2024 pada selasa (25/07/23) di meeting room Parkside Hotel, Waena, Jayapura.
Pada kegiatan ini Bawaslu RI berkolaborasi dengan Bawaslu Provinsi Papua melibatkan sejumlah organisasi masyarakat, LSM, organisasi pemuda, pemantau pemilu, jurnalis, kelompok disabilitas dan pemilih pemula. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi pemahaman pada masyarakat tentang pentingnya pengawasan pemilu, cara melaporkan dugaan pelanggaran pemilu dan pemahaman pengawasan partisipatif, sebagai sarana pembelajaran politik dan penyamaan persepsi dalam kegiatan pengawasan.
Dalam pembukaannya, Tenaga Ahli Divisi Pencegahan, Parsisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu RI, Lamlam Masropah, menyampaikan bahwa kegiatan ini penting dilaksanakan khususnya di Papua karena dua alasan. Pertama, berdasarkan IKP (Indeks Kerawanan Pemilu), meskipun secara nasional indeks kerawanan pemilunya masuk ke dalam tingkat kerawanan sedang, namun dalam beberapa dimensinya termasuk dalam kerawan tinggi. Kedua, DPT di Provinsi Papua cukup besar yaitu berkisar 727 ribu. Sehingga Bawaslu mutlak membutuhkan partisipasi masyarakat untuk mewujudkan Pemilu yang aman dan damai serta sesuai asas.
Lebih lanjut, Ketua Bawaslu Provinsi Papua, Hardin Halidin menyampaikan bahwa Bawaslu Provinsi Papua berupaya mendorong masyarakat memiliki daya advokatif dalam melaporkan dugaan pelanggaran Pemilu.
"Kami terus berupaya mengembangkan peran komunitas-komunitas untuk meningkatkan daya advokatif. Termasuk teman-teman OKP (Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda), mahasiswa dan juga siswa SMA yang nantinya mereka dapat meningkatkan kesadaran politik masyarakat, termasuk pemilih pemula. Kita sangat membutuhkan teman-teman, bukan untuk Bawaslu tapi untuk kemajuan demokrasi di tanah ini," ungkap Hardin.
Kegiatan ini juga menghadirkan dua narasumber dari kalangan pegiat pemilu yaitu Benny Wijayanto, perwakilan Pemuda Katolik dan Adis Banter, perwakilan dari KAMMI. Kedua narasumber tersebut memberikan pandangannya terhadap pentingnya pengawasan partisipatif.
Dalam kegiatan ini, Benny menyampaikan pentingnya pengawasan partisipatif yang dibuktikan dengan keseriusan Bawaslu dalam mengembangkan pengawasan partisipatif melalui SKPP untuk membangun kesadaran masyarakat dalam melaksanakan pengawasan partisipatif.
Adis turut menekankan pentingnya mengembangkan pengawasan partisipatif agar publik bisa melaporkan dugaan pelanggaran kepada Bawaslu sehingga Bawaslu dapat memastikan pelaksanaan pemilu berjalan sesuai aturan.
Hadir dalam kegiatan ini dua Kordiv Bawaslu Provinsi Papua yaitu Kordiv Pencegahan, Parmas dan Humas; dan Kordiv SDM-O Diklat; serta Kabag Pengawasan Bawaslu Provinsi Papua beserta jajaran staf; juga staf Bawaslu RI.