Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Provinsi Papua Dorong Keterlibatan Perempuan dalam Pemilu dan Pilkada Serentak 2024

Bawaslu Provinsi Papua Dorong Keterlibatan Perempuan dalam Pemilu dan Pilkada Serentak 2024
Bawaslu Provinsi Papua menghadiri kegiatan Fasilitasi Pendidikan Politik untuk Meningkatkan Kapasitas Perempuan dalam Politik Menghadapi Tahun Politik 2024 yang diselenggarakan oleh Badan Kesbangpol Provinsi Papua pada Selasa, (09/08/22) di Hotel Horrison, Jayapura. Dalam pembukaannya, kepala Badan Kesbangpol Provinsi Papua menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi berbangsa dan bernegara.
Dalam pemaparannya, Kordiv Humas Bawaslu Provinsi Papua, Ronald M. Manoach menjelaskan bahwa jumlah keterwakilan perempuan dalam parlemen berbanding lurus dengan kebijakan yang berpihak pada perempuan. Untuk itu Ronald berharap perempuan dapat berpartisipasi aktif dalam demokrasi bukan hanya sebagai pemilih, namun juga sebagai peserta bahkan penyelenggara Pemilukada.
“Dalam banyak tatanan rumah tangga, dapat kita ibaratkan perempuan itu memiliki banyak tangan. Sudah mengurus rumah, mengurus anak, mengurus suami, hingga menjadi bendahara keluarga. Perempuan adalah mahluk yang secara alami diberikan kelebihan oleh Tuhan. Kemampuan manajerial, keuangan, kecerdasan, keuletan, kekuatan, hingga yang paling penting, bekerja dengan hati. Oleh karenanya kita harus memeberikan karpet merah pada perempuan untuk berpartisipasi dalam politik. Dengan demikian selain akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, juga akan semakin banyak kebijakan-kebijakan publik yang berpihak pada perempuan,” terang Ronald.

Lebih lanjut, Ronald juga membahas keterkaitan antara budaya setempat, budaya patriarki dan budaya demokrasi. Menurut putra Sentani tersebut, tidak bisa dipungkiri bahwa budaya adat istiadat setempat masih sangat kental dengan budaya patriarki. Meskipun demikian, Ronald menghimbau untuk menempatkan sesuatu pada tempatnya, sesuai konteksnya.   “Kita sebagai masyarakat adat harus terus menjunjung tinggi dan melestarikan warisan kearifan dari para leluhur kita sebagai jati diri kita masyarakat Papua. Meskipun demikian, apabila ada sosok perempuan hebat yang menjadi peserta pemilu, caleg, bahkan capres kita harus memberikannya kesempatan yang sama untuk dipilih. Sudah banyak contoh perempuan hebat yang berhasil bukan hanya menjadi pemimpin namun juga menjadikan masyarakat yang dipimpinnya lebih sejahtera, dan juga turut mengangkat harkat martabat budaya adat setempat” terang Ronald. (MRP)
toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle