Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Provinsi Papua Bangun Kesadaran dan Moralitas Pemilih Pemula dalam Berdemokrasi

Bawaslu Provinsi Papua Bangun Kesadaran dan Moralitas Pemilih Pemula dalam Berdemokrasi

Bawaslu Provinsi Papua selenggarakan Bawaslu Goes To School di SMA PGRI Dawai, Distrik Yapen Timur, Kab. Kepulauan Yapen pada Selasa (04/10/22). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pemilih pemula dan calon pemilih pemula untuk turut berpartisipasi aktif mensukseskan Pemilu serentak 2024. Dalam pemaparannya, Anggota Bawaslu Provinsi Papua, Ronald M. Manoach menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi sekolah yang sangat membutuhkan perhatian pemerintah setempat untuk mendapatkan perbaikan.
“Saya telah melihat sekolah-sekolah di Indonesia yang sangat maju. Saya sedih dan prihatin adik-adik harus belajar dengan kondisi yang demikian. Setidaknya dengan adanya kegiatan hari ini, saya bisa turut berpartisipasi membangun mentalitas dan kesadaran adik-adik untuk berpartisipasi mewujudkan proses demokrasi yang baik sehingga dapat melahirkan pemimpin dan wakil rakyat yang baik, yang akan membangun sekolah-sekolah yang layak, yang maju, yang modern, yang mencerdaskan kehidupan bangsa dan mewujudkan Indonesia yand adil, makmur, sejahtera,” terang Ronald.

Lebih lanjut, Ronald juga menjelaskan bahwa politik uang merupakan salah satu sumber kerusakan moral demokrasi yang berdampak langsung terhadap kehidupan. Ronald-pun mengajak siswa-siswi untuk turut mencegah berbagai pelanggaran Pemilu.
“Dari yang telah Kaka terangkan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa moral berdemokrasi yang tidak baik, masyarakat yang permisif, bahkan menuntut peserta pemilu untuk melakukan politik uang, hanya akan menghasilkan pemimpin dan wakil rakyat yang korup. Makanya adik-adik harus bantu stop itu barang. Juga kalau ada potensi pelanggaran pemilu lainnya yang tadi sudah Kaka jelaskan, tugas adik-adik adalah mencegah dan mengingatkan. Bisa adik-adik jalan ke tepi laut yang dihiasi tanaman bakau, dibawah indahnya langis sore, baru rekam, Hei teman-teman tahukah kalian kalau kalian pakai nama Kaka, Ade, pacar atau orang lain untuk nyoblos, itu bisa kena penjara. Jadi jangan e. Langsung upload di TikTok ka, Facebook ka, Instagram ka, itu keren,” ajak Ronald.

 

Di sisi lain, Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Papua, Yuhendar Muabuai mengajak siswa-siswi untuk berani menjadi Pemimpin yang akan membawa kemajuan bagi kampung Dawai pada khususnya dan Indonesia secara umum.
“Siapa yang mau memperbaiki sekolah ini? Dengan adanya kegiatan ini, kami juga berusaha mempersiapkan generasi muda, adik-adik ini, untuk berani menjadi Pemimpin yang bisa membawa kemajuan, bukan hanya memperbaiki sekolah ini, namun semua sekolah yang ada di Kabupaten Kepulauan Yapen bahkan di semua sekolah di Provinsi Papua, bahkan di seluruh Indonesia. Itu masih dalam bidang pendidikan saja, masing banyak bidang-bidang lain yang membutuhkan peran adik-adik kelak untuk ditingkatkan. Oleh karena itu adik-adik harus memiliki pemahaman dan kesadaran berdemokrasi yang baik,” terang Yuhendar.
Kepala Sekolah SMA PGRI Dawai, Yeni D. Fonataba mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada jajaran Bawaslu Provinsi Papua dan Bawaslu Kabupaten Kepulauan Yapen yang telah menyelenggarakan kegiatan ini di SMA PGRI Dawai. Yeni berharap dengan adanya kegiatan ini, para siswa-siswi dapat turut berpartisipasi dalam Pemilu 2024 bukan hanya sebagai pemilih namun juga turut mengawal setiap proses tahapan dan mencegah potensi pelanggaran melalui cara-cara yang bisa dilakukan siswa-siswi SMA. (MRP)

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle