Bawaslu Provinsi Papua Ajak Seluruh Elemen Masyarakat, Terutama Generasi Millenials Turut Berpartisipasi Aktif dalam Pemilu Serentak 2024
|
Bawaslu Provinsi Papua Menghadiri kegiatan sosialisasi Pengawasan Penyelenggaraan Pemilu yang di selenggarakan oleh Anggota komisi II DPR-RI bertempat di Grand Abe HoteI. Kegatan diawali dengan sambutan-sambutan dari Anggota Komisioner Bawslu Papua, Bawaslu Kota Jayapura dan anggota komisi II DPR- RI.
Bawaslu Provinsi Papua yang diwakili oleh Niko Tunjanan S.S dalam sambutanya mengatakan bahwa pada tahun 2024 kita akan melaksanakan Pemilu Serentak yang merupakan pemilu paling rumit di dunia. Menurut pengamatan Bawaslu, potensi konflik kedepan ini sangat besar oleh sebab itu Bawaslu mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama generasi milenials untuk bersama-sama menjaga kondusifitas agar pemilu dapat berjalan dengan aman dan tentram.
Anggota Komisi II DPR-RI Paulus Ubruangge dalam sambutanya mengatakan bahwa kegiatan sosialisai ini bertujuan untuk mencegah dan meminimalisir terjadinya konflik pada saat menjelang Pemilu 2024 nanti. Oleh sebab itu Paulus mengajak semua peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut untuk mengikuti kegiatan sosialisasi ini dengan baik agar dapat memahami proses pelaksanaan pemilu dan bisa menghasilkan pemimpin- pemimpin yang berkualitas. Disinggung terkait tugas dan fungsi Komisi II DPR-RI beliau menjelaskan bahwa tugas dan fungsi komisi 2 DPR-RI diantaranya adalah dalam bidang Legislasi, keuangan serta fungsi Pengawasan pelaksanaan undang-undang terhadap kebijakan pemerintah.
Lebih lanjut, Ketua Bawaslu Kota Jayapura Korneles Rumsarwir, dalam Paparan singkatnya menerangkan bahwa sebelumnya, Bawaslu kota Jayapura berbentuk lembaga adhock atau sementara. Pada tahun 2018 berdasarkan undang-undang 7 Tahun 2017 Bawaslu kab/kota seluruh Indonesia termasuk Bawaslu kota jayapura dibentuk secara permanen dan memiliki 3 komisioner serta bertugas selama 5 Tahun. Tugas perdana yang dilaksanakan Bawaslu Kota Jayapura yaitu mengawasi pemilu tahun 2019. Ketika tidak melaksanakan tahapan Pilkada, Bawaslu Kota Jayapura melakukan pemutahiran data pemilih secara berkelanjutan berbasis data dari Pemilu tahun 2019. Sehingga kedepanya dapat menghasilkan Pemilhan yang berkualitas dan bermartabat tuturnya.
Di sisi lain, Ronald Manoach, ST yang juga Koordiv Humas Bawaslu Provinsi Papua dalam paparanya menceritakan refleksi personal panjangnya selama menjadi angota KPPS dan kemudian anggota Panwas kabupaten Jayapura. Ia menjelaskan bahwa di dalam undang- undang 7 tahun 2017 pasal 98 ayat 1 sudah diamanatkan kepada Bawaslu untuk meningkatkan partisipatif masyarakat dalam pemilu di wilayah Provinsi. Untuk itu tugas Bawaslu melakukan peningkatan pengawasan partisipatif dan mengajak masyarakat untuk bergabung bersama Bawaslu dalam melakukan pencegahan pelanggaran Pemilu. Ia juga menambahkan bahwa tugas untuk melakukan pengawasan agar pemilu berjalan dengan aman bukan semata mata hanya tugas Bawaslu dan KPU tetapi tugas kita semu, tugas masyrakat, khususnya kaum milenial.
Beliau mengatakan bahwa Bawaslu Provinsi Papua memiliki beberapa gebrakan yang belum pernah ada bahkan pertama di Bawaslu seluruh Indonesia yaitu Para- Para Bawaslu, Kepala suku mitra Bawaslu, Bakar batu Bawaslu, Bawaslu Go To School dan Kampung Pengawasan Partisipatif. Inovasi ini dibuat agar meningkatkan partisipatif masyarakat dalam melakukan pencegahan pengawasan terhadap pelaksanan Pemilu.
Dalam Kesempatan tersebut Bawaslu Provinsi Papua menawarkan sebuah program yaitu “Gebyar Pengawasan Partisipatif“ yaitu event Kesenian dan kerajinan Tangan dari Mama- Mama Papua dan didirikan stand mulai dari KPU, Bawaslu, UMKM, BUMN, BUMD dan dari beberapa Partai Politik sehingga dari event tersebut dapat berdampak bagi semua masyrakat baik dari segi ekonomi, pengetahuan Politik, dan Huburan tutup pria yang biasa disapa Ronald. VP