Orientasi PPPK Gelombang II ditutup, Bawaslu Papua Tekankan Integritas dan Penguatan SDM
|
JAYAPURA – Bawaslu Provinsi Papua resmi menutup kegiatan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Gelombang II yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom, Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian pembekalan bagi PPPK yang akan memperkuat kinerja kelembagaan Bawaslu Papua dalam mendukung pengawasan pemilu.
Ketua Bawaslu Provinsi Papua, Hardin Halidin, mengatakan orientasi merupakan langkah awal membentuk aparatur yang profesional dan berintegritas. Menurutnya, tantangan terbesar Bawaslu justru hadir pada masa non-tahapan, ketika berbagai tugas kelembagaan tetap harus berjalan meski tidak sedang memasuki proses pemilu.
"Selamat kepada seluruh peserta. Tugas Bawaslu tidak hanya saat tahapan pemilu, tetapi juga pada masa non-tahapan. Karena itu, integritas harus menjadi pegangan utama," ujar Hardin.
Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Papua, Benediktus Wahon, menekankan pentingnya pengembangan kompetensi sebagai bekal dalam menjalankan tugas. Ia mengajak seluruh PPPK menjadikan orientasi sebagai awal untuk terus meningkatkan kapasitas diri.
"Jangan pernah berhenti belajar. Kompetensi dan profesionalisme adalah modal utama dalam memperkuat pelayanan kepada masyarakat," katanya.
Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, Yofrey Piryamta N. Kebelen, mengingatkan bahwa keberhasilan organisasi dibangun melalui kolaborasi seluruh unsur di dalamnya. "Mari saling menguatkan dan bekerja sebagai satu tim agar kehadiran kita memberi dampak positif bagi lembaga," ujarnya.
Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa, Haritje Latuihamallo, mengajak seluruh peserta untuk menjaga semangat pengabdian dengan rasa syukur. Menurutnya, nilai spiritual menjadi kekuatan dalam menjalankan amanah sebagai aparatur negara. "Selalu bersyukur dan terus mendoakan Bawaslu agar tetap menjadi lembaga yang dipercaya masyarakat," ucap Haritje.
Pada kesempatan yang sama, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi, Amandus Situmorang, mengingatkan pentingnya budaya belajar dan kerja sama dalam organisasi. Ia menilai setiap pegawai harus memahami tugas dan tanggung jawabnya serta membangun budaya kerja yang sportif. "Terus belajar, kuasai tugas masing-masing, dan bangun budaya kerja yang saling mendukung," kata Amandus.