BSSN Ingatkan Bawaslu Papua, Kelalaian Digital Bisa Mengancam Keamanan Data
|
JAYAPURA BAWASLU PAPUA – Kelalaian dalam menggunakan perangkat digital dapat membuka celah serangan siber dan mengancam keamanan data kelembagaan. Karena itu, kesadaran keamanan siber perlu menjadi kebiasaan seluruh jajaran Bawaslu. Pesan tersebut disampaikan Chairul Akbar Hutasuhut, Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Pusat, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dalam kegiatan edukasi keamanan siber yang dilaksanakan melalui Zoom di Jayapura, Rabu (14/10/2026).
Mengangkat materi Building Security Awareness dan Keamanan Siber, Akbar membahas ancaman dan risiko siber, keamanan akun, perangkat dan jaringan, serta pelindungan data dan informasi.
Dalam paparannya, ancaman siber dapat muncul melalui berbagai modus, seperti phishing, perangkat lunak berbahaya (malware), pencurian data, hingga serangan yang mengganggu layanan. Phishing, misalnya, dilakukan dengan mengelabui korban melalui situs web palsu, email, telepon, pesan instan, maupun media sosial untuk memperoleh informasi pribadi dan kredensial akun.
Akbar juga menyoroti kebiasaan pengguna yang berisiko, seperti membagikan data pribadi secara sembarangan dan menggunakan kata sandi yang lemah atau jarang diperbarui. Pencegahan dapat dilakukan dengan memeriksa alamat situs, berhati-hati terhadap tautan dan aplikasi mencurigakan, serta menjaga kerahasiaan akun.
“Keamanan siber dimulai dari kesadaran setiap pengguna dalam mengenali ancaman dan menjaga keamanan akun serta perangkat digital,” ujar Akbar saat beri materi.
Selain itu, pelindungan informasi harus memperhatikan aspek kerahasiaan, keutuhan, ketersediaan, keaslian, dan kenirsangkalan. Kesiapsiagaan juga perlu diperkuat melalui pelaporan dan penanganan insiden siber serta dukungan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS).
“Kelalaian satu pengguna dapat membuka celah serangan, kewaspadaan bersama menjadi bagian penting dalam melindungi data dan informasi kelembagaan,” tutupnya.