Press Release

PELANTIKAN PANWAS 29 KABAPUTEN/KOTA, BAWASLU PAPUA MINTA JAGA INTEGRITAS

pexels-photo (9)

Penandatanganan Fakta Integritas

Jayapura, Papua - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Papua melantik 84 komisioner Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten/kota di Hotel Aston, Kota Jayapura, Selasa (03/10).

Pelantikan oleh Ketua Bawaslu Fegie Y. Wattimena digelar pascapengumuman nama-nama calon komisioner Panwaslih yang telah dinyatakan lolos seleksi, Jumat (23/9) kemarin.

Pelantikan  disaksikan Asisten 1 Gubernur Papua Bidang Pemerintahan Papua, Doren Wakerkwa, Wakapolda Papua Agus Rianto dan perwakilan Pangdam XVII/Cendewasih, Kajati Papua serta Hadir juga para keluarga yang dilantik.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua, meminta seluruh jajaran Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) di 29 kabupaten/kota, harus berkerja profesional. Selain itu Panwaslu juga diminta tetap menjaga etika, moral dan Integritas.

Ketua Bawaslu Papua, Fegie Y. Wattimena, mengatakan setelah melalui tahapan yang cukup panjang, sedikitnya 85 anggota akhirnya resmi dilantik dan diambil sumpahnya.

“Semua anggota Panwaslih punya hubungan keluarga dengan para kandidat bupati atau gubernur, bahkan calon legislatif nanti. Tapi, hubungan keluarga itu harus dijauhkan, harus tinggalkan. Junjung tinggi nilai demokrasi dan selalu berpatokan pada aturan perundang-undangan” jelasnya,

Ditambahkan, pelantikan kali ini tidak dihadiri satu anggota Panwas Nabire dan dua dari Yahukimo, lantaran adanya laporan warga atas isu tertentu. Namun, ia mengaku, akan segera melakukan pelantikan demi menjalankan semua tahapan yang ditetapkan Bawaslu RI. 

Asisten I Setda Provinsi Papua, Doren Wakerkwa, mengatakan tidak adanya sikap profesional dalam penanganan Panwas di tingkat kabupaten/kota, maka tiap kali dilakukan pemilu di Provinsi Papua, selalu ada pertumpahan darah bahkan nyawa manusia menjadi korban. 

Untuk itu, Doren meminta kepada anggota Panwas, agar menjaga independensi sebagai penyelenggara pesta demokrasi dan menjaga wibawa di mata rakyat.

“Karena setiap pemilu di Papua pasti ada korban nyawa. Di provinsi lain tidak begitu. Janji diucapkan dalam nama Tuhan, jangan main-main nama Tuhan,” ujarnya.

“Profesional dan kualitas harus ditingkatkan sesuai UU. Kalau tidak, integritasmu akan turun. Independesimu tidak akan dipercayai oleh rakyat. Pemilihan tidak boleh ada masalah. Panwas harus membantu Bawaslu Papua. Kerja juga harus bagus seperti penampilan kalian hari ini,” Tegasnya. (*)


author : Yonas Randan Buak    |   editor : 594 views
Share:

Leave a Reply