Press Release

MENJELANG TUNGSURA BAWASLU PAPUA MELAKSANAKAN WORKSHOP

pexels-photo (9)

Suasana Kegiatan workshop, terlihat Ketua DKPP Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie beserta peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Jayapura, Papua – Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Papua melaksanakan kegiatan Workshop menjelang Pungut Hitung 15 Februari 2017 dengan tema “Problematika Penyelenggara Pemilu Di Provinsi Papua”. Kegiatan tersebut dilaksnankan di Hotel swissbell Jayapura, jumat (10/2).

Ketua Bawaslu Provinsi Papua Fegie Y. Wattimena dalam sambutannya mengatakan bahwa sebelum masuk ke tahapan pungut hitung sudah banyk masalah yang terjadi di Papua khususnya pada pelanggaran kode etik sehingga tak sedikit penyelenggara di Papua yang di DKPPkan, sehingga pada kesempatan ini kami mengundang Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie  untuk hadir bersama-sama kami disini guna memberikan penguatan kepada kami.

Pada kesempatan sama Ketua KPU Provinsi Papua Adam Arisoi mengatakan Pilkada gelombang kedua ini  merupakan pilkada yang sangat rentan dengan masalah dan konflik kalau kami penyelenggara tidak hati-hati maka akan fatal urusannya, pada pilkada 2015 banyak hal yang disengaja direkayasa dan dikirim ke DKPP tetapi kami bersyukur karena di DKPP  gugutan bisa disortir dan dilihat sehingga gugutan itu tidak semuanya disidangkan. Adam juga mengatakan Bahwa KPU Kabupaten/Kota pada tahun 2015 beda dengan teman-teman KPU Kabupaten/Kota  gelombang kedua ini, pada Pilkada 2015 rekan-rekan KPU masih dengar-dengaran tetapi pada pilkada gelombang kedua ini banyak KPU juga sudah pecah dan agak susah diatur. Pada kesempatan ini saya berharap agar Prof. Jimly Asshiddiqie memberikan penguatan dan masukan  kepada kami agar kami tetap menjalankan tugas dengan baik, pungkasnya.

Ketua DKPP Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie dalam pengarahannya mengatakan bahwa tugas yang terkait penyelenggaraan pemilu merupakan pekerjaan yang mulia walaupun honornya kecil, banyak musuhnya tetapi bukan penghalang buat kita untuk bekerja bagi Bangsa dan Negara lebih khusus lagi Daerah kita. Kita harus mengelola iblis-iblis atau setan-setan yang sedang rebutan jabatan, pekerjaan ini pekerjaan yang sulit sekali, kita kerja bener aja dicurigai orang apalagi kalau kerjanya kita tidak benar, pungkasnya.

Semua harus  tenang di daerahnya masing-masing, tetap bekerja sesuai dengan aturan kalau perlu tidak ada lagi undangan keluar sehingga kerjanya di daerah bisa focus dan maksimal. Pada intinya semua harus kerja maksimal dan independen, jangan terpengaruh dengan intervensi dari pihak mana pun, sehingga record Papua bisa berubah, kan ga enak juga kalau recordnya sama terus bahwa Papua adalah daerah yang kasusnya paling banyak, tegasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DKPP Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, SH, Ketua dan anggota Bawaslu Provinsi Papua, Ketua dan anggota KPU Provinsi Papua, Kesbangpol Provinsi Papua, beberapa  Panwaslih dan KPU Kabupaten/Kota, Media, akademisi, Penyandang disabilitas PPUA dan Perwakilan Komnas HAM Papua. (YRB).

 


author : Yonas Randan Buak    |   editor : 410 views
Share:

Leave a Reply