Press Release

MENGJELANG PUNGUT HITUNG, KPU DAN BAWASLU PAPUA GELAR BIMTEK TERPADU.

pexels-photo (9)

Ketua Bawaslu Papua fegie Y. Wattimena saat menyampaikan arahannya saat bimtek terpadu antara KPU Papua dan Bawaslu Papua

Salah satu indikasi sukses Pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah di 10 kabupaten dan 1 kota diprovinsi papua tahun 2017 adalah pemungutan dan penghitungan suara (tungra).  Tungra merupakan tahapan puncak seluruh tahapan Pilgub. Oleh karena itu,  tenaga, pikiran dan perhatian  penyelenggara pemilu, baik KPU maupun Bawaslu serta pasangan calon akan tercurah pada kegiatan tersebut.

Hal itu  disampaikan Hasyim Ashari Anggota KPU RI  kepada peserta Bimbingan Teknis (Bimtek)  terpadu antara KPU Provinsi papua dan Bawaslu Provinsi papua, di Hotel Grand Abe, Kota Jayapura, 19 – 21 Januari 2017. Hadir dalam acara pembukaan anggota KPU RI Hasyim Ashari, Abdul Gofur Tim As Bawaslu mewakili  Pimpinan Bawaslu, Ketua  dan anggota Bawaslu Provinsi Papua serta Ketua dan Anggota KPU Provinsi Papua. Peserta Bimtek merupakan komisioner KPU dan Panwas 10 Kabupaten dan 1 Kota, PPD dan Panwas Distrik Sekota Jayapura.

Hasyim Ashari mengatakan Dari pemilu ke pemilu selalu saja ada catatan-catatan yang berasal dari Papua, ini tidak kita pungkiri karena faktanya memang demikian, apapun jenisnya dan ditahun berapa pun hampir Papua selalu mengirimkan catatan-catatan. Persoalannya siapa yang membuat catatan kalau bukan kita sendiri, oleh karena itu kita harus berikrar pada kesempatan ini, catatan-catatan yang sifatnya buruk, jelek itu kita akhiri, itu masa yang lalu dan mari kita berikan catatan - catatan yang  baik, Setiap catatan masalah yang ada harusnya menjadi intropeksi untuk kita semua.  Terdapat 3 (tiga) Prinsip yang menjadi pedoman kita dalam melangkah, apakah kita menjadi  penyelenggara, sebagai pribadi atau menjadi warga masyarakat. Hal ini merupakan hal yang kita tidak bisa hindari,  pasti selalu kita hadapi dan mau tidak mau kita harus hadapi itu. Kepemimpinan adalah keteladanan, setiap pemimpin harus memberikan contoh yang baik, Tambahnya.

Pada kesempatan yang sama Ketua KPU Provinsi Papua Adam Arisoi mengatakan Bimtek terpadu ini dilakukan dengan tujuan agar penyelenggara dapat memahami tugas dan tanggung jawabnya yang diamanatkan didalam undang-undang. Kalau kita kerja baik maka hasilnya pun akan baik, saya berharap mudah-mudahan setelah acara ini kita mendapatkan sesuatu yang baik dan akan menghasilkan sesuatu baik pula.  telinga saya, telinga teman-teman bahkan telinga KPU RI mendengar persoalan yang terjadi di Papua sehingga kita dikumpulkan jadi satu untuk melakukan kegiatan ini, penyelenggara di Papua dianggap tdk jujur karena kita di indikasikan sebagai tim sukses di dalam penyelenggara. saya mengingatkan kembali saat diambil sumpah janjinya, ketika mengangkat tangan  dan berjanji bekerja baik, saya harap renungkan itu, Pungkasnya.

Sementara itu, fegie Y Wattimena mengatakan, Panwas dapat memanfaatkan bimtek ini untuk menyampaikan permasalahan di lapangan kepada KPU Provinsi Papua. Melalui bimtek terpadu dapat meminimalisir gesekan di tingkat penyelenggara. Fegie juga berharap agar penyelenggara dapat bekerja baik dan tetap menjaga integritasnya, “Saya sangat berharap penyelenggara dapat bekerja dengan baik dan menjaga integritas, jangan lupa dengan mengangkat tangan pada saat disumpah adalah janji bapak ibu kepada Tuhan. KPU dan Panwas harus bersinergi”. Evaluasi yang kami lakukan dari Pileg, Pilpres hingga Pilkada jilid 1 terbukti bahwa KPU dan panwas tidak bersinergitas, kita sebagai penyelenggara harus bersinergi dan harus bekerkja sama, harus menjunjung tinggi integritas, integritas kita tidak untuk dibeli tetapi diwujudkan bahwa penyelenggara bekerja netral. Mohon mengikuti kegiatan sampai selesai karena acara puncaknya adalah simulasi, tambahnya.

Dalam bimtek tersebut peserta dibagi ke dalam 3 kelas, yaitu, kelas A yaitu Kelas pemilihan dengan satu pasangan calon yaitu Kota Jayapura, Kelas B, yaitu kelas khusus pemilihan sistem  Noken dan Kelas C adalah kelas Normatif yang pemililihannya sesuai dengan aturan Nasional.

Kegiatan bimtek terpadu dilaksanakan selama 3 (tiga) hari dan pada hari yang ketiga dilakukan simulasi pada masing-masing kelas yang telah bagi. (YRB)

 


author : Yonas Randan Buak    |   editor : 554 views
Share:

Leave a Reply