Press Release

Bawaslu Papua gelar sosialisasi dan doa bersama

pexels-photo (9)

Para Tokoh Agama Saat membacakan doa dalam kegiatan Sosialisasi tatap muka dan doa bersama, senin (12/3/2018).

Jayapura, Bawaslu Papua – Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Papua melaksanakan kegiatan sosialisasi tatap muka dan doa bersama di Hotel Aston Jayapura, Senin (12/3/2018).

Kegiatan tersebut melibatkan tokoh-tokoh agama di Provinsi Papua, dalam kegiatan tersebut tokoh agama secara bergantian membacakan doa, mendoakan pemilihan kepala daerah pada 27 Juni 2018 agar berjalan lancar, aman dan damai.

Ketua Bawaslu Papua Fegie Y Wattimena mengatakan, bahwa kegiatan dilakukan bertujuan untuk melakukan sosialisasi agar pelaksanaan pilkada di Papua berlangsung aman, lancar dan damai.

Bawaslu RI sejak awal memperkirakan sejumlah kabupaten di Papua rawan saat pelaksanaan pilkada sehingga dengan kegiatan sosialisasi dan doa bersama ini diharapkan perkiraan tersebut tidak terjadi.

"Selain terus melakukan koordinasi dengan semua pihak, Bawaslu Papua beserta panwas kabupaten/kota akan bertindak tegas terhadap semua laporan termasuk bila ada laporan tentang dugaan keterlibatan aparatur sipil negara (ASN)," kata Ketua Bawaslu Papua Fegie Wattimena.

Dikatakan, saat ini sudah ada panwas yang sedang memproses adanya laporan keikutsertaan ASN dalam kegiatan pilkada seperti saat kampanye disalah satu kabupaten yang melaksanakan pilkada.

"Karena itu pihaknya berharap masyarakat turut serta membantu dengan memberikan laporan disertai bukti seperti foto bila mengetahui adanya keterlibatan ASN. Warga tidak perlu takut karena Bawaslu beserta Panwas menjamin identitasnya akan dirahasiakan," katanya.

Pjs Gubernu Papua Soedarmo mengatakan, KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara pemilu tidak boleh berat sebelah sehingga harus benar-benar netral agar pilkada berlangsung aman dan damai.

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda Papua akan mendukung dan mendorong agar penyelenggara pemilu benar benar netral sehingga apa yang menjadi perkiraan pemerintah pusat tidak terjadi.

"Empat dari tujuh kabupaten yang melaksanakan pilkada rawan konflik dan untuk membuktikan pilkada di Papua dapat berlangsung aman maka penyelenggara yakni KPU dan Bawaslu harus netral," tegas penjabat Gubernur Papua Sudarmo.

Hadir dalam Kegiatan tersebut Pjs Gubernur Papua Soedarmo, Kapolda Papua Irjen Polisi Boy Rafli, Kasdam XVII Cenderawasih Brigjen TNI Chantiasa dan anggota KPU Papua Isak R Hikoyabi. (YRB)

 


author : Yonas Randan Bua'    |   editor : 209 views
Share:

Leave a Reply